Struktur Kantor-Kantor Pakualaman



Pada masa pemerintahan Belanda susunan kantor Pakualaman ini adalah sebagai berikut.

1.      Narpo kintoko

Tugas dari bagian ini adalah menerima semua perintah dari Kanjeng Gusti Sri Paku Alam dan mengurusi juga bagian agama dan pegadaian. Bagian ini dikepalai oleh Kanjeng Pangeran Haryo Soeryaningprang.

2.      Bupati Patih Prodjo Pakualaman

Menerima perintah dari Sri Paku Alam dan memberikan izin untuk mengurusi surat-surat, maklumat dan pengumuman dari luar untuk diteruskan kepada Sri Pakua Alam. Yang bertugas mengurusi ini dipegang oleh Kanjeng Pangeran Hario Soerioatmodjo.

3.      Barodjo prodjo

Bagian ini mengurusi semua pekerjaan yang berhubungan dengan Pangreh Prodjo dan Koesolo Prodjo, Yang bertugas untuk mengurusi ini dipegang oleh Kanjeng Raden Mas Tumenggung Soerianingrat dan kemudian diteruskan ke Kementren Pangreh Prodjo. Semua pekerjaan serta perintah dan undang-undang dipegang oleh Mas Loerah Ashari.

4.      Karto Prodjo (Ekonomi)

Semua pekerjaan yang berkaitan erat dengan kesejahteraan rakyat ini dipegang oleh Kanjeng Pangeran Hario Nititaroeno.

5.      Wiyoto Prodjo

Semua urusan pekerjaan mengenai pengajaran ini dipegang oleh Raden Ngabehi Mertoprodjo.

6.      Rantam Harto

Semua pekerjaan yang berkaitan dengan semua urusan keuangan pemerintahan Pakualaman.

7.      Hartoko Prodjo

Bagian ini bertugas untuk menerima pemasukan keuangan, administrasi dan pajak.

8.      Soerogomo

Bagian ini bertugas untuk mengurusi semua hal yang berkaitan dengan agama.

9.      Kabupaten Pangreh Prodjo Adikarto

Ini mengurusi semua pekerjaan yang berhubungan dengan Pangreh Prodjo Adikarto yang meliputi ekonimi pertanian, pengairan, ajahan oemoem, soerogomo. Ini dipegang oleh Kanjeng Raden Tumenggung Brotodiningrat.

10.  Pertanian

Semua pekerjaan yang berhubungan dengan pertanian, ekonomi dan perikanan. Ini dipegang oleh Raden Mas Ngabehi Atmodihardjo.

11.  Radyo Soejoso

Segala urusan pekerjaan teknis dan pengairan yang jadi satu dengan Kasultanan ini dipegang oleh Raden Ngabehi Kartosoepadmo.

12.  Ajahan oemoem

Semua pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi se kabupaten dan baian Soeroegomo ini dipegang oleh Raden Ngabehi Atmoprodjo.

Pada masa pemerintahan Jepang struktur kantor-kantor Pakualaman tersebut mengalami perubahan lagi, baik itu perubahan nama dan perubahan bagian-bagian kecil dari kantor-kantor tersebut dan struktur tersebut adalah (Senarai Arsip Pura Pakualaman no.2678 mengenai usul susunan baru Pakualaman):

1.      Kanboo
a.       Mengolah Arsip Rahasia
b.      Sekretaris
c.       Hal Undang-Undang (Korei)
d.      Hal pengadilan
e.       Arsip
f.       Perhubungan Pura dan Kraton
g.      Upacaara
h.      Telepon
i.        P.B.O. Pura
j.        Perpustakaan
k.      Pegawai-pegawai yang dibantu kepada Pemerintah Balatentara
l.        Hal-hal yang tidak termasuk di lain-lain bagian

2.      Sumo-Bu (Pangreh Prodjo)
a.       Pangreh Prodjo
b.      Urusan Tanah (Agraria)
c.       Kadaster
d.      Pendaftaran
e.       Kesehatan
f.       Pendaftaran Kelurga dan penduduk bangsa Indonesia
g.      Lembaga untuk menolong pengangguran dan orang sengsara
h.      Kolonisasi
i.        Polisi dan Keamanan

3.      Tonarigumi
a.       Rencana segala pembangunan yang berhubungan dengan pamarentah dan masyarakat
b.      Propaganda
c.       Pekerjaan Istimewa
d.      Keibodan
e.       Hookokai dan Fujinkai
f.       Tonarigumi
g.      Seinendan 

4.      Pengajaran
a.       Pengawasan
b.      Pemilik Sekolah
c.       Administrasi
d.      Pemberantasan Buta Huruf
e.       Kesenian

5.      Keizabu
a.       Pertanian
b.      Kerajinan
c.       Dagang
d.      Perusahaan-perusahaan baru untuk menambah penghasilan
e.       Peternakan
f.       Kesehatan hewan
g.      Pejagalan
h.      Pasar
i.        Pegadaian  

6.      Anggaran
a.       Membuat rancangan anggaran
b.      Accountancy
c.       Pemeriksaan Kas
d.      Kompatibiteit
e.       Memeriksa semua uang prentah yang dikasih buat bangunan
f.       Membuat daftar pengeluaran
g.      Urusan pegawai
h.      Pembelian alat-alat kantor dan tulis

7.      Keuangan (Kas)
a.       Mendaftar semua uang yang masuk
b.      Membuat kasbuk dan daftar lain-lainnya
c.       Menerima pajak-pajak
d.      Sewa tanah
e.       Sewa gedung
f.       Penghasilan lain-lain
g.      Dana cadangan
h.      Pensioen-Funds
i.        Fonds pasar
j.        Fonds pengajaran

8.      Keuangan (Pajak)
a.       Membikin dan mendaftar pajak-pajak
b.      Membuat surat penetapan pajak dan kohier
c.       Penarikan Pajak

Sistem administratif pembesar pemerintahan Pakualaman tahun 1946-1950 yang terdiri dari urusan Jawatan Umum yaitu Tata Usaha yang mengurusi Keuangan, Penerangan, Kepegawaian, Penetapan Gaji, Jawatan Sosial, Jawatan Kemakmuran, Jawatan Praja dan Jawatan Keamanan. Untuk menjalankan tugas administratif terdapat beberapa bagian, yaitu Kintoko Praja yang mengurusi tentang peraturan/perundang-undangan, pengumuman, notulen, dan keagamaan. Baraja Praja terdapat beberapa bagian yang mengurusi hal-hal administratif kepegawaian, yaitu Pangreh Praja yang mengurusi kepegawaian, keorganisasian, daftar pegawai, gelar/kedudukan, penetapan pejabat, kadaster, lembaga untuk menolong penganggur dan orang sengsara, kesejahteraan rakyat, dan keamanan. Bagian pengajaran terdapat Tonarigumi (penunjukan petugas) dan Keibodan. Karta Praja yang mengurusi pasar, perusahaan, dan Keizabu. Rantam Harta yang mengurusi anggaran, urusan pegawai (gaji, pemotongan gaji, kenaikan gaji, peminjaman uang, pemberian hadiah/penghargan), guru. Hartaka Praja terdapat beberapa bagian yaitu Harta Nimpuna yang mengurusi oajak dan Reksa Hardana yang mengurusi kekayaan, setoran, pensiun, pemberhentian pegawai, pemberhentian guru. Setelah masa kemerdekaan pada tahun 1946-1950 terdapat sistem administratif yang berubah yaitu sistem pemerintahan interan Puro Pakualaman yang terdiri dari kepanitraan/protokoler, keuangan, urusan pegawai, pengajaran dan agama.


Sumber:
Sartika Putri Khaerani. Manajemen Kepegawaian Praja Pakualaman Masa Kepemrintahan K.G.P.A.A. Paku Alam VIII Tahun 1937-1950. Skripsi. Yogyakarta: UNY. Halaman 72-79.

Komentar